Wednesday, September 21, 2011

Proverbs 3 : 5 - 6

Trust in the LORD with all your heart 
      and lean not on your own understanding; 
in all your ways acknowledge him, 
      and he will make your paths straight. 
(NIV 1984)

Trust God from the bottom of your heart; 
   don't try to figure out everything on your own.
Listen for God's voice in everything you do, everywhere you go; 
   he's the one who will keep you on track.
(The Message)

Trust in the LORD with all your heart; 
      don’t rely on your own intelligence. 
Know him in all your paths, 
      and he will keep your ways straight.
(CEB)


Saturday, September 10, 2011

6 cities in a month: what a journey! ;)




Sunggu bukan sebuah kebetulan mendapat kesempatan untuk berpergian ke 6 kota dalam waktu satu bulan. Los Angeles, Venice, Trieste, Singapore, Jakarta dan Bandung; suatu pengalaman yang benar-benar mengesankan. :)

Dimulai dari beberapa kabar yang entah mengapa semua terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, what a coincidence! Kabar pertama adalah penyelenggaraan workshop oleh International Centre of Theoretical Physics (ICTP) di Trieste, Italy. Oleh keberanian tekad untuk memohon kepada professors akhirnya disetujui untuk meng-apply event ini. Jika aplikasi saya disetujui oleh ICTP saya akan berangkat Minggu ke empat bulan Juli.

Kabar berikutnya yang tidak kalah membahagiakan datang dari keluarga. Kakak merencanakan untuk menikah awal Agustus. Tanggal yang cukup berdekatan dengan workshop di ICTP... :) Kabar ketiga datang dari seorang teman waktu kuliah. Seorang geophysicist yang di promosikan untuk bekerja di Singapore. Dan kepindahannya itu adalah di bulan July. Not only I like to hear this happy news but I could add another plan to my travel plan too. Because if he lives there it means I could ask for a visit to Singapore... What a friend... :D

Persiapan dimulai dari membeli tiket round-trip LA-Singapore karena ini yang 99% pasti. Tiket dari Baton Rouge ke LA belum bisa dipastikan karena ada rencana lain yang sempat diutarakan Profs. mengenai kunjungan ke NYC untuk belajar dari Prof. lain walapun akhirnya rencana ini harus dipending karena beberapa hal. Dan jadilah kepastian jalur pulang ke Indonesia melalui LA & Singapore karena teman yang di Singapore juga telah setuju untuk disinggahi. Tiket PP New Orleans-LA pun berhasil dipesan.

Akhir Mei aplikasi akhirnya disetujui oleh ICTP. Awalnya saya pikir persiapan berikutnya akan lebih mudah terlebih dengan dapatnya persetujuan dari Profs. sebelumnya. Ternyata tidak! Profs. saya sempat kembali menarik ucapannya dengan meminta saya membatalkan rencana untuk ikut workshop di Italy dan meminta untuk ikut workshop yang diselenggarakan oleh dia pada waktu yang hampir bersamaan dengan workshop di Italy. Sungguh aneh karena dia tidak pernah menyebutkan tentang workshop ini sebelumnya, bahkan dia yang mengusulkan workshop di Italy kepada saya.

Setelah meyakinkan selama 2 hari saya akhirnya mendapat persetujuan dengan syarat saya yang mengajukan sendiri permohonan dana untuk trip ke Italy ke funding agency research saya. Saya menyanggupinya walapun agak sedikit kesal karena awalnya saya pikir tidak seribet itu. Walapun harus sampai tengah malam menyusun kata-kata di email untuk permohonan dana ke agent-nya namun usaha itu membuahkan hasil juga. Permohonan dana disetujui & tiket ke Italy berhasil dipesan. ;) Pembuatan visa Italy pun tidak terlalu rumit. Walapaun harus datang dua kali ke Houston akhirnya visa berhasil didapatkan. [nantikan ceritanya dalam topik tersendiri di blog ini (; ]

Dengan fix-nya perjalanan ke Italy fix pula semua rencana perjalanan. Tinggal perlu persiapan keberangkatan & oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia.

Hari-h pun tiba. Semua dipersiapakan dengan baik dan yakin tidak ada yang terlupa. Karena keberangkatan melalui New Orleans saya meminta pertolongan seorang teman untuk mengantarkan ke Bandara New Orleans. Awalnya diprediksi ketibaan dibandara adalah 1 jam sebelum pesawat take-off tapi prediksi itu meleset jauh. Kemacetan di perjalanan menuju bandara begitu menjengkelkan. Ditambah lagi, setelah tiba dibandara, teman yang mengantarkan saya memaksa untuk memarkirkan mobil terlebih dahulu walapun sebenarnya dia bisa men-drop-off saya di depan pintu masuk bandara. Akibat parkir itu saya kehilangan 10 menit. Hari itu benar-benar membuat mood saya luar biasa buruk. Kejengkelan tidak berhenti sampai disitu pemeriksaan keamanan menuju boarding gate begitu panjang antriannya sedangkan saya hanya punya waktu 20 menit sebelum pesawat take-off.

Sambil mencoba untuk tetap tenang saya mempersiapkan semuanya untuk pemeriksaan agar saat tiba giliran saya prosesnya bisa cepat. Untunglah selesai dari bagian pemeriksaan saya masih ada waktu sekitar 7-8 menit dan saya langsung lari ke boarding gate. Di boarding gate ternyata saya memang sudah dinantikan. Dari jauh counter-nya sudah menanyakan:"Are you Mr. Nelson?" Dan segera saya menjawab "yes." Mereka segera memberikan boarding pass dan saya langsung masuk melalui boarding gate. Untunglah di boarding gate masih ada beberapa penumpang yang mengantri untuk masuk pesawat.

Dan dengan itu dimulailah petualangan saya menuju LA, Italy, Singapore, & Indonesia. What a trip.... Nantikan kelanjutan ceritanya. ;)